Mei 22, 2022

ONLINE NEWS

Jurnal Berita Terkini

Respons Cepat Airlangga Level PPKM Luar Jawa-Bali

ON JAKARTA. Menko Airlangga ‘Gercep’
Terkait perkembangan pandemi COVID-19 varian baru, Omicron, Presiden Joko Widodo (Widodo) memerintahkan adanya evaluasi level PPKM luar Jawa-Bali.

Dilansir dari Inilah.com, Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), serta Koordinator PPKM luar Pulau Jawa-Bali, gerak cepat (gercep) merespons arahan tersebut.

Menko Airlangga bersama jajaran langsung melakukan pembahasan teknis dan evaluasi level PPKM pada Jum’at pagi (04/02/2022). Hasil rapat langsung dibahas bersama Kementerian dan Lembaga terkait di tingkat teknis pada hari yang sama.

Selanjutnya, dilakukan Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) yang dihadiri para menteri dan pimpinan lembaga terkait, serta mengundang gubernur, bupati dan wali kota yang direncanakan pada Sabtu (05/02/2022). Tentu saja yang dibahas hasil evaluasi perkembangan kasus COVID-19 serta penyesuaian level Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk luar Pulau Jawa Bali.

“Dengan lonjakan kasus aktif Covid-19 di tanah air karena varian Omicron beberapa hari terakhir. Pemerintah pusat langsung berkoordinasi dengan pemda untuk memastikan kesiapan fasilitas kesehatan. Mulai dari jumlah rumah sakit, ketersediaan obat-obatan, tabung oksigen, kebutuhan dan ketersediaan fasilitas isolasi terpusat, jika dibutuhkan. Serta, kesiapan tenaga kesehatan di daerah,” papar Menko Airlangga.

“Persiapan-persiapan sebagai langkah antisipasi ini, harus dipastikan mengantisipasi kenaikan kasus Covid-19 di Luar Jawa Bali,” lanjut Menko Airlangga.

Khusus luar Pulau Jawa-Bali, kata dia, penambahan kasus konfirmasi harian per 3 Februari 2022 sebanyak 1.736 kasus. Atau setara 6,4% dari total kasus harian nasional yang mencapai 27.197 kasus. Dari jumlah kasus harian tersebut, sebanyak 1.727 kasus disebabkan transmisi lokal.

Sedangkan imported cases sebanyak 9 kasus. Artinya, sebanyak 99,5% kasus di Luar Jawa-Bali disebabkan transmisi lokal. Saat ini, kata Menko Airlangga, jumlah kasus aktif untuk luar Jawa-Bali, sebanyak 6.801 kasus. Atau 5,9% dari total kasus aktif nasional yang mencapai 115.275 kasus. Dengan jumlah kematian 4 kasus, atau 10,5% dari total kematian nasional yang sebanyak 38 kasus kematian.(jansen)